Ketika aku menekan tombol on, aku sangat kaget karena getaran yang dihasilkan dalam mode high, karena reflek, aku secara tidak sengaja melemparkan remot tersebut. Aku bingung dan takut, disisi lain getaran yang ditimbulkan sangat kuat dan langsung merangsang bagian klitorisku, aku berteriak karena tidak kuat menahan geli nya.
"Mmmmhhhhh... mhhhhhhh" seluruh badanku langsung gemetar hebat, mataku membelalak, aku mendapat orgasme pertama ku kurang dari satu menit, cairan bening mulai keluar dari vagina ku, disusul rasa geli dan nikmat yang tertahankan, tubuhku bergetar seperti disengat listrik, aku tidak kuat menahan geli di vaginaku, karena sehabis orgasme, vagina ku menjadi sangat sensitif, disentuh saja cukup membuatku menggelinjang, ingin sekali rasanya aku mematikan vibrator sialan ini dan berteriak meminta tolong, namun semua itu mustahil, badanku bergetar tidak karuan, aku menggoyangkan pinggangku dan berharap vibrator itu copot, namun sia-sia, dan es yang membekukan kunci ku belum cair sama sekali, karena dinginnya udara pada malam hari. Aku berteriak dan meronta-ronta seperti orang gila dan berharap ada yang menolong untuk mematikan vibrator ini, rasa geli yang tidak bisa ditahan lagi, sulit diungkapkan dengan kata-kata, bagi kalian para wanita yang sudah pernah merasakan getaran vibrator bermode high, pasti mengerti bagaimana geli nya vagina kalian, dan pasti kalian akan bertingkah seperti orang gila, meronta-ronta dan berteriak. Tidak terhitung berapa kali aku sudah orgasme, badanku masih bergetar karena terus-terusan dirangsang oleh vibrator, dan aku sudah tidak bergerak lagi karena lemas, vaginaku sudah mulai ngilu dan mati rasa. Dan kandangku kini dibanjiri oleh cairan yang keluar dari vagina ku, dan akhirnya akupun tidak sadarkan diri.
--------------------------------------------------------------------
Waktu itu hari sudah siang, dan aku dibangunkan oleh sinar matahari yang menyilaukan. Dan aku baru ingat kalau aku tertidur di dalam kandang dalam posisi yang masih terikat. Aku melihat sekeliling dan aku kaget, karena cairan dari vaginaku yang cukup banyak menggenangi kandang, seluruh tubuhku masih lemas dan mati rasa, vibrator ini masih bergetar namun pelan, mungkin karena baterai nya mau habis pikirku. Dan kini es yang membekukan kunci ku sudah mencair, dengan sangat hati-hati aku mulai membuka borgol di tangan dan kaki, disusul yang lainnya. Klitoris ku terlihat memerah dan membengkak, lalu aku mencoba berdiri, dan saat aku menyentuh klitoris ku, tubuhku langsung lemas dan jatuh, aku langsung bangkit dan menuju kedalam rumah.
--------------------------------------------------------------------
Hari ini aku tidak ada jadwal perkuliahan. Sambil menikmati makanan, aku kembali membaca-baca thread yang berhubungan dengan bondage, karena aku baru tau ada aliran semacam ini. "Aku gak akan pernah ngelakuin self bondage lagi pake vibrator" gerutu ku dalam hati. Karena takut kejadian yang sama terulang. Setelah lagi asik-asik membaca, aku dibuat bingung dengan kategori di forum tersebut yang berjudul "Slave" karena yang aku tau, slave itu adalah budak. "Apa yang mereka lakuin sama budak?" Tanyaku, tanpa berfikir panjang, aku langsung klik kategori tersebut, dan melihat pemandangan yang sama dengan video bondage ku yang kemarin, namun yang membedakan adalah disitu terlihat seseorang wanita lainnya yang sedang memegang cambuk, dan aku baru paham kalau yang dimaksud budak itu adalah budak untuk seks, bukan budak untuk bekerja. Melihat video itu libido naik lagi, ingin sekali rasanya masturbasi namun sepertinya mustahil, vagina ku masih terasa ngilu karena vibrator sialan itu. Lalu aku berfikir, "gimana caranya aku mendapatkan slave ku". Lalu aku scroll kebawah untuk membaca komentarnya dan secara tidak sengaja menemukan jawabanku. Disitu terlihat ada seorang wanita bernama Zahra menuliskan komentar "Ada yang mau jadi master saya? Saya siap asal biaya hidup saya ditanggung"
"Wah, rezeki nih" pikirku dalam hati. Tanpa basa basi, aku langsung menghubungi nya via skype, yang nggak tau skype, jadi skype itu aplikasi video call. Dan tiba-tiba dilayar laptopku muncul sesosok wanita manis, berlesung pipi, berambut hitam panjang yang sedang menyapaku dengan senyum ramahnya.
Zahra : "Halo kak.."
Aku : "Halo juga, ini Zahra kan?"
Zahra : "Iya kak, kok kakak tau nomer telfon dan skype aku?"
Aku : "Iya kamu yang komentar pengen jadi slave itu kan?" Mendengar perkataanku barusan, Zahra langsung tertunduk, sepertinya karena dia malu.
Aku : "udah gausah mali, gimana kamu udah dapet masternya?"
Zahra : "mmm udah sih kak"
Aku : "yah padahal aku minat lho"
Zahra : "serius kak?" Wajah zahra begitu bersemangat dan sesekali melempar senyum manisnya kepadaku.
Aku : "iya, tapi berhubung kamu udh dapet, ya mau gimana lagi.. udahh dulu ya, byee.."
Zahra : "tunggu kak..."
Aku : "iya kenapa?"
Zahra : "karena aku dapet master cowok, jadinya takut, kayaknya mendingan sama kakak deh"
Setelah melalui obrolan yang begitu panjang, yang aku tau dia berdomilisi di kota kembang, dan aku sendiri berada di ibukota, dan setelah aku tanya kenapa dia ingin jadi slave, dia mengatakan karena dia capek harus bekerja untuk biaya sekolah, ibu nya seorang TKW, dan bapaknya entah kemana, mendengar cerita itu aku jadi sedih dan kasihan, karena masa laluku yang begitu kelam juga seperti dia. Akhirnya kami bertukar pin bb dan aku berjanji akan menjemputnya hari ini juga.
Aku : "oke hari ini aku jemput ya, jam 8 malam di mall X."
Zahra : "siap kak, nanti aku kabarin kalau udah sampe"
Aku : "dan satu hal lagi, kalo emang kamu serius, aku pengen kamu nanti nggak pake bh dan celana dalem waktu ketemu aku, dan untuk kode baju nya kamu harus pake tanktop dan celana hotpants."
Zahra : "tapi kak..."
Aku : "kamu serius gak? Kalo serius gausah pake tapi-tapi!"
Zahra : "iya kak"
Percakapan via skype selesai. Sekarang waktu menunjukan jam 4 sore, aku langsung bersiap-siap menuju kota B untuk menjemput zahra.
--------------------------------------------------------------------
Sampai disana, karena jam masih menunjukan jam 19.30, aku memutuskan untuk mencari makan dulu dan berkeliling di dalam mall.
"Kriiinnngg... kringggg...."
Begitu sedang asik makan, tiba-tiba hp ku berdering, dan yang aku tau nomer ini adalah nomer telfon umum.
Aku : "halo ini siapa ya? Kok nelfon pake telfon umum?"
Zahra : "ini aku kak, Zahra"
Aku : "oh zahra, hp kamu kemana?"
Zahra : "tadi aku jual kak, buat bayar kontrakan terakhir, kakak sekarang dimana? Aku udah di depan mall nya"
Aku : "oh aku lagi makan di restaurant X, kamu kesini aja"
Zahra : "oke kak aku kesana"
Saat ini aku sedang berada di cabang restaurant milikku, karena sudah lama sekali aku tidak kesini, dan saat ini aku sedang mengobrol dengan manager disini, dan kebetulan managernya adalah Diana sahabatku, hampir di seluruh cabang restaurant ku manager nya adalah sahabat2 ku sendiri, karena kita sudah saling dekat dan percaya.
Saat sedang mengobrol, dihadapanku terlihat seorang gadis yang masih sangat belia, mengenakan tanktop berwarna biru dan celana hotpants, dan tidak salah lagi, ini adalah Zahra, terlihat puting yang samar-sama menjiplak di tanktopnya sukses membuat vagina ku basah.
Aku : "Zahraaa... sini... sini..."
Zahra : "halo kak renata"
Diana : "ini siapa ren?"
Aku : "oh iya, kenalin ini temen baruku Zahra"
Zahra : "halo kak diana"
Diana : "ren lo jadi mau liat laporan keuangannya?"
Aku : "jadi lah di"
Zahra : "lho... kak renata kerja disini? Kok kenal sama managernya?"
Diana : "Renata itu yang punya restaurant ini dek, cabang nya banyak, duitnya juga banyak, jadi kalo mau apa2 bilang aja, dia nggak pelit kok hahaha"
Zahra : "serius...?"
Diana : "mau bukti? Tanya ke kasir deh"
Aku : "dianaaaa... sialan lo buka2 kartu gue, kamu udah makan? Pesen aja sepuasnya gratis kok"
Zahra : "asiikk.. makan gratis"
Sambil menunggu makanan datang, akupun mengobrol berdua dengan zahra untuk mengulik informasi lebih lanjut.
Aku : "kamu bener-bener serius mau jadi slave aku?"
Zahra : "iya kak aku serius, asalkan aku bisa sekolah lagi"
Aku : "kalo itu kamu gaperlu khawatir, oiya, syarat yang tadi aku kasih udah dilakuin? Coba angkat tanktop kamu"
Zahra : "tapi kak, disini rame aku malu"
Aku : "yaudah gajadi deh kalo gitu!"
Zahra : "nih kak"
Aku hanya bisa tertegun melihat payudara mungil zahra, kulitnya putih mulus, dan memiliki puting berwarna kecoklatan dan yang bikin gairah ku naik adalah saat ku perhatikan ketiak nua, sepertinya ia lupa untuk cukuran dan sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu pendek di ketiaknya, situasi disini sangat ramai, dan aku yakin ada beberapa orang yang mendapat rezeki nomplok dapet tontonan payudara gratis dari gadis berumur 14 tahun.
Aku : "coba kamu sini duduk disamping aku"
Tangan ku mulai meraba bagian celana zahra, vagina nya begitu mungil, dan belum ditumbuhi bulu yang lebat, saat aku meraba dan mengelus-elus bagian klitoris nya, zahra tiba2 memelukku dan berteriak
"Awwwww...."
"Sssttt jangan teriak, disini rame lho"
Aku melanjutkan mengelus-elus vagina zahra, dan tangan kananku memainkan putingnya secara lembut.
"Sshhh.. ahhh... ahhhh"
Desahan zahra membuat gairahku naik, zahra terus memeluk ku dan menempelkan jidatnya di pundakku, badannya mulai bergerak tak beraturan, nafasnya pun kian memburu, keringat terlihat jelas menetes di wajah zahra. Dan yang membuat aku bernafsu adalah, zahra tidak memakai deodorant... karena aroma keringatnya tercium olehku, saat sedang asik mengendus bau ketiak zahra, tiba-tiba dia memelukku lebih erat lagi sambil mendesah panjang, badannya bergetar hebat, orang-orang di sekitar memperhatikan tingkah kami lalu pergi, tangan ku kini basah dan terasa hangat karena cairan yang keluar dari vagina zahra, celana hotpants yang dipakai zahra pun sampai basah dan cairannya perlahan menetes di seluruh kakinya hingga lantai.
Diana : "ternyata lo belom berubah juga ya hahahaha" tiba-tiba diana datang menghampiri kami, diana tertawa begitu kencang, hingga seluruh karyawan resto memandang kearah kami.
Aku : "ah sialan, jangan berisik dong hahaha"
Aku melihat zahra masih memelukku dan masih mengatur nafas.
Diana : "liat tuh kasian anak orang badannya sampe gemeter gitu, celana nya juga basah kuyup"
Aku : "wah iya, celana nya sampe basah semua gini. Gimana nih?"
Diana : "udah beliin baju di toko sebelah aja, jangan lupa beliin gue satu ya"
Aku : "bener juga.. yeee bisa aja modusnya hahaha, yuk zahra kita ke toko sebelah nyari baju"
Dan akupun jalan bersama zahra ke toko sebelah resto kami, zahra terlihat jalan dengan malu-malu, beberapa orang memperhatikan kami dengan bingung, saat sampai mataku langsung tertuju dengan dress putih yang bagian punggungnya tidak tertutupi, dan sangat pendek sekali, aku pikir ini cocok, jadi aku langsung membelikannya dan menyuruh zahra dan tidak lupa aku membelikan baju juga untuk diana, karena dia sahabatku dan juga dia bekerja cukup baik, setelah pamitan aku langsung bergegas pulang menuju jakarta bersama slave baru ku.
"Cerita baru saja dimulai, siap-siap buat kendorin celana ya hehehe" -Renata
-----------------------Bersambung------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar